Rabu, 08 Juni 2011

BUNYI

   Bunyi adalah suara yang dihasilkan oleh benda yang bergetar. Bunyi termasuk gelombang longitudinal karena perambatannya berbentuk rapatan dan renggangan dari molekul molekul udara yang bergetar maju mundur.
Jenis bunyi
            Berdasarkan peratur tidaknya frekuensi,bunyi juga dapat di bedakan menjadi 2 yaitu desah dan nada. Desah adalah bunyi yang frekuensi nya tidak teratur. Misalnya suara gemuruh angin. Nada adalah bunyi dengan frekuensi teratur, misalnya bunyi yang di hasilkan oleh alat music
J Intensitas bunyi
            Intensitas bunyi atau kuat lemah bunyi di tentukan oleh 4 faktor:
·         Amplitudo sumber bunyi
Amplitudo adalah simpangan getaran dari titik keseimbangan. Bunyi yang kuat memiliki amplitudo yang besar, sebaliknya bunyi yang lemah memiliki amplitudo yang kecil.

·         Jarak antara sumber bunyi dan pendengar
Semakin jauh sumber bunyi dari pendengar, bunyi akan terdengar semakin lemah dan menjadi kecil.

·         Resonansi
Resonansi yaitu peristiwa ikut bergetarnya suatu benda apabila benda lain digetarkan. Resonansi akan terjadi apabila frekuensi benda yang bergetar sama dengan frekuensi alami dari benda yang ikut bergetar. Peristiwa resonansi banyak di manfaatkan pada alat-alat musik.

·         Bidang pemantul (reflektor)
Bunyi akan terdengar lebih kesar apabila mengenai permukaan yang keras. Jadi, kuat lemah bunyi juga di pengaruhi oleh bidang pemantul.

Warna Bunyi
          Benda dapat mengeluarkan jika bergetar. Kita dapat membuat benda bergetar dengan cara dipukul, dipetik, ditiup, dan digesek.jika dipukul, dipetik, ditiup, dan digesek, setiap benda akan menimbulkan bunyi yang berbeda. Bunyi yang berada itulah yang disebut warna bunyi.
Pemantulan Bunyi
          Pemantulan bunyi di bedakan menjadi dua, yaitu gema dan gaung.
·         Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli selesai dikatakan. Dapat dicoba saat kamu berteriak di sebuah ruangan yang luas dan kosong ataupun di puncak gunung dan lereng gunung.
·         Gaung adalah bunyi pantul yang berbaur dengan bunyi asli sehingga bunyi asli terdengar tidak jelas. Dapat dicoba apabila kamu berbicara agak keras disebuah ruangan kosong yang cukup luas. Sebelum kamu selesai bicara, kamu akan mendengar kembali pantulan suaramu yang asli bercampur dengan suara asli.

Pemantulan bunyi dapat dimanfaatkan untuk mengukur kedalaman kolam dan laut/danau.


Penyerapan bunyi
         
          Kamu tentu pernah film di bioskop. Apakah kamu memperhatikan dinding bioskop itu? Jika ya, kamu akan melihat seluruh dinding bioskop dilapisi oleh karpet. Ternyata, selain dapat di pantulkan bunyi juga dapat diserap dengan sarat bunyi mengenai permukaan yang lunak. Itulah sebabnya dinding bioskop dilapisi karpet agar permukaannya lunak. Maka saat film diputar, gaung tidak akan terdengar karena diserap karpet.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar